Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Senin, 17 Juni 2013

Tugu Nol Kilometer Sabang



TUGU KM 0 INDONESIA
Tugu Nol Kilometer RI atau biasa disebut Monumen Kilometer Nol terletak di desa Iboih Ujong Ba’u 29 kilometer di sebelah barat kota Sabang dan sekitar 5 km dari Iboih. Monumen ini dibangun di ujung tebing setinggi 22,5 meter yang menghadap Samudra Hindia. Dalam bahasa Indonesia Monumen ini disebut Kilometer Nol yang mempunyai symbol burung garuda, burung Garuda legendaries yang terukir padanya.
Para pengunjung bisa mendapat sertifikat dari agen penjalanan resmi mana pun di sabang sebagai bukti kunjungan mereka pada lokasi geografis yang unik ini. Monumen kilometer tujuh terletak sekitar 7 km dari Monumen Kilometer Nol. Hal yang menarik adalah fakta bahwa Monumen ini dulunya merupakan titik Minumen Kilometer Nol namun dipindahkan ke lokasinya yang sekarang sebagai hasil survey geografis yang lebih baik dan menyeluruh.








Bentuk Lahan Mata Ie

OBSERVASI MATA IE
          (Bentuk Lahan Bentukan Asal Proses Pelarutan)           

A. Dasar Teori
Beberapa syarat sebagai akibat dari proses pelarutan Bentuk lahan bentukan asal proses pelarutan, yakni sebagai berikut:
Ø Terdapat batuan yang mudah larut (batugamping dan dolomit)
Ø Batu gamping dengan kemurnian tinggi
Ø Mempunyai lapisan batuan yang tebal
Ø Terdapat banyak diaklas (retakan)
Ø Pada daerah tropis basah
Pada kondisi demikian batu gamping akan mudah mengalami pelarutan oleh air yang mengalir yang akhirnya membentuk topografi karst. Kenampakan topografi karst ini sangat spesifik, baik yang ada dipermukaan bumi maupun yang ada dibawah tanah.
Kondisi iklim mencakup ketersediaan curah hujan yang sedang hingga lebat yang bersamaan dengan temperatur yang tinggi. Kondisi semacam ini menyebabkan pelarutan dapat berlangsung secara intensif.
Adanya vegetasi yang dapat membantu pelapukan solusional dan menyebabkan perkembangan karst. Vegetasi menyediakan bahan organic yang membentuk humus dan bersama-sama dengan respirasi akar tanaman dapat menimbulkan tingkat konsentrasi karbondioksida dalam tanah sekitar 30%. Difusi CO2 ini kedalam air melalui seluruh tanah membantu meningkatkan intensitas pelarutan yang tinggi (Faniran dan Jeje, 1983)
Karstifikasi adalah proses kerja oleh air terutama secara kimiawi, meskipun secara mekanik pula yang menghasilkan kenampakan-kenampakan topografi karst (Ritter, 1979). Katalisator yang penting dalam pelarutan itu adalah air hujan dan karbondioksida. Karbondioksida (CO2) larut di dalam air membentuk asam karbonat (H2CO3) yang bereaksi dengan kalsium karbonat (CaCO3) membentuk kalsium bikarbonat yang merupakan larutan berair.
CaCO3 + CO2 + H2O " Ca (HCO3)2
Bentuk lahan karst dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni bentuklahan negatif dan bentuk lahan positif.
Bentuk lahan negatif terdiri dari:
Ø Doline
Ø Uvala
Ø Polje
Ø Blind
Ø Valley
Sedangkan bentuklahan positif terdiri dari:
Ø Kygelkarst
Ø turmkarst.
Pada materi observasii kita kali ini kita akan membahas sedikit tentang bentuk lahan negatif, yaitu dolin.

Doline merupakan suatu istilah yang mempunyai banyak sinonim antara lain:
Ø Sink
Ø  Sinkhole
Ø Cockpit
Ø blue hole
Ø swallow hole
Ø cenote
Doline adalah suatu ledokan atau lobang yang berbentuk corong pada batugamping dengan diameter hingga 1 km dan kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter (Monroe 1970)
Berdassarkan genesisnya (Faniran dan Jeje, 1983)mengklasiffikasikan  Dolin menjadi 4 yaitu:
Ø Doline reruntuhan
Ø Doline solusi
Ø Doline terban
Ø Doline alluvial
B. Tujuan Observasi
Observasi ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui tentang bentuk serta proses yang menyebabkan terbentuknya bentuk lahan proses pelarutan, disini mahasiswa dapat terjun langsung kkelapangan dengan melihat salah satu bentuk lahan tersebut yang berupa Dolin.
  
C. Mekanisme Observasi
1.     Dalam satu ruang Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 10-15 orang.
2.     Sebelum mendaki perbukitan mahasiswa diberi arahan dan bimbingan oleh dosen pembimbing
3.     Kemudian mahasiswa mulai mendaki perbukitan dengan tuuntunan dari guru pembimbing dan juga beberapa orang mahasiswa senior
4.     Mahasiswa mengamati bentuk serta mengukur kedalaman Doline dengan meteran.
D. Hasil Observasi
Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa Doline yang terdapat di kawasan mata ie memiliki lebar sekitar 10 m dengan kedalaman lebih kurang 16,2 m. Disini saya tidak dapat melihat dengan jelas dasar dari doline tersebut karena bentuknya sangat curam, dan juga keadaan saat itu sangat licin. Sehingga kami diberi batasan-batasan tertentu
Berdasarkan penjelasan dari dosen pembimbing doline yang terdapat di kawasan mata ie tersebut terbentuk akibat gerusan air pada batuan kapur yang mengakibatkan terbentuknya lubang/ledok pada batuan.  




Profil Negara Luxemburg



A.    LUXEMBURG
           




 
1.      Luas, Letak Geografis dan Astronomis Negara Luxemburg
Luxemburg adalah salah satu negara terkecil di Eropa. Negara ini luasnya sekitar 2.586 km² dan berada pada peringkat ke-167 dalam ukurannya dibandingkan negara-negara lainnya. Letak Astronomis negara Luxemburg yaitu: 49 ° LU – 50 ° LU dan 5 ° BT – 6 ° BT.  Batas-batas wilayah Luxemburg yaitu:
·         Sebelah Utara         :     Belgia, Jerman
·         SebelahTimur       :     Jerman
·         Sebelah Selatan    :     Perancis
·         Sebelah Barat       :     Belgia
2.      Keadaan Alam Negara Luxemburg
Keadaan alam luxemburg dibagi menjadi dua wilayah, yaitu lembah Moselle di utara dan Bon Pays di selatan. Di bagian utara Luxemburg tertutup hutan yang merupakan bagian dari Ardennes, dengan topografi berbukit-bukit dan gunung-gunung dengan ketinggian rendah. Bagian lain dari negara ini juga berbukit-bukit. Puncak tertingginya yaitu Buurgplaatz (561 meter). Perbatasan timur Luksemburg dibentuk oleh tiga sungai, yaitu Sungai Moselle, Sungai Sauer/Sûre dan Sungai Our.

Sementara itu iklim di negara Luxemburg terbagi dua, yaitu:
a  Iklim Fisis             : Iklim Darat (karena wilayahnya berupa daratan)
b. Iklim Matahari      : Iklim Sedang (49 ° LU – 50 ° LU)

2.      Perkembangan Penduduk Di Luxemburg
a.      Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk di negara Luxemburg yaitu 491.700 orang (per 1-1-2009). Laju pertumbuhan penduduknya yaitu 1,188% per tahun (per 1-1-2008). Harapan Hidup: Laki-laki: 75,76 tahun (2007); Perempuan: 82,52 tahun (2007), sementara tingkat pengangguran di negara Luxemburg (Juni 2007) yaitu 4.1 %.
b.      Bahasa
Pada Negara Luxemburg terdapat  tiga bahasa resmi yaitu  bahasa Perancis, Jerman dan Luxemburg, sebuah bahasa Franconi dari wilayah Moselle yang mirip dengan bahasa Jerman. Sekitar 10% penduduknya adalah keturunan Portugis dan menuturkan bahasa Portugis.
c.       Agama dan Ras
Sebanyak 87% dari penduduk Luksemburg beragama Katolik Roma dan sisanya 13% adalah Protestan, Yahudi, dan Islam. Penduduk Luxemburg mayoritasnya merupakan campuran bangsa Perancis dan Jerman, bangsa Italia sekitar 7%.

d.      Mata Pencaharian
1)         Pertanian  : Tumbuhan ubi-ubian, buah-buahan
2)      Industri     : Besi, baja, tekstil
3)      Ekspor       : Besi baja, minuman anggur
4)      Impor        : Bahan Bakar

3.      Hubungan Bilateral dan Multilateral Negara Luxemburg
a.      Hubungan Bilateral antara Luxemburg dan Indonesia
1)      Sejarah Singkat Hubungan Bilateral
Hubungan diplomatik kedua negara mulai dibuka pada tahun 1973. Namun demikian, kedua negara belum memiliki perwakilan diplomatik setingkat kedutaan besar di masing-masing negara akreditasi. Kedutaan Besar Indonesia untuk Luksemburg dirangkap oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels, Belgia, sedangkan Kedutaan Besar Luksemburg untuk Indonesia dirangkap melalui Kedutaan Besar Luksemburg di Bangkok, Thailand.

2)      Kerjasama dan Hubungan Politik

Hubungan bilateral RI dengan Luksemburg selama ini berlangsung baik. Namun demikian, hubungan kerjasama kedua negara masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Disamping itu kegiatan saling kunjung antar pejabat tinggi kedua negara juga masih relatif rendah.Peningkatan hubungan bilateral di bidang politik ditandai dengan mulai meningkatnya kunjungan pejabat setingkat Menteri antara kedua negara. Kunjungan Menteri Luar Negeri RI ke Luxembourg dilaksanakan pada tanggal 5-6 Februari 2009 sebagai balasan atas kunjungan Menlu Luxembourg pada bulan Mei 2008.Pertemuan terakhir antara Menteri Luar Negeri kedua negara berlangsung di sela-sela KTM GNB di Bali pada tanggal 25 Mei 2011.

3)      Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Investasi

Total perdagangan antara Indoensia dan Luxembourg pada tahun 2010 meningkat hampir 116% dibandingkan total perdagangan tahun sebelumnya. Sebagian besar ekspor Indonesia ke Luxembourg merupakan produk-produk bahan karet dan plastik. Sedangkan impor Indonesia dari Luxembourg antara lain adalah berupa peralatan mesin, bahan peralatan logam, bahan-bahan kertas, bahan plastik dan lain-lain.
Realisasi Investasi Luxembourg di Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir jumlahnya berfluktuasi. Data BKPM memperlihatkan bahwa pada tahun 2005, realisasi investasi Luxembourg di Indonesia tercatat sebesar US$ 7,6 juta (1 proyek) dan pada tahun 2006 tidak tercatat adanya realisasi investasi. Sementara pada 2007 tercatat adanya realisasi investasi Luxembourg di Indonesia sebesar US$ 0,8 juta (1 proyek) dan pada tahun 2008 tercatat sebesar US$ 22,1 juta (1 proyek). Proyek investasi pada tahun 2008 adalah di sektor pengangkutan, gudang dan komunikasi/transport.

b.      Hubungan Multilateral antara Luxemburg dan Negara Lain
Luksemburg merupakan salah satu negara pendiri Uni Eropa. Luksemburg turut mendirikan Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa (CECA) pada 1951, Traktat Roma pada 1957, dan Komunitas Energi Atom (Euratom). Luksemburg bahkan menjadi markas besar sementara CECA pada 1952. Selanjutnya, Luksemburg menjadi ibukota ketiga Eropa sejak 1965, setelah Brussel dan Strasbourg.
Setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2, Luksemburg telah menjadi anggota dari hampir semua organisasi dan institusi internasional yang besar. Mengingat lokasi geografisnya yang strategis, Luksemburg menjadi mitra terkemuka dari berbagai institusi internasional. Dengan demikian, peran Luksemburg adalah sebagai konsiliator dan pembela hukum dan traktat.
Luksemburg juga berupaya memperkuat kebijakan kerja sama pembangunannya dan mempertimbangkan kepentingan spesifik dari negara-negara berkembang saat penyusunan strategi ekonomi, perdagangan, sosial dan keuangan dari banyak organisasi internasional, seperti OECD, IMF, Bank Dunia, dan PBB.