Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Senin, 17 Juni 2013

Hubungan Bilateral dan Multilateral Belgia



1.      Hubungan Bilateral dan Multilateral Negara Belgia
a.      Hubungan Bilateral antara Belgia dan Indonesia
Hubungan bilateral Indonesia-Belgia dimulai sejak Belgia menjadi anggota Komisi Tiga Negara (KTN) bersama Australia dan Amerika Serikat pada awal kemerdekaan Indonesia. Melalui Komisi Tiga Negara, Belgia terlibat dalam menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda menyangkut kedaulatan RI yang kemerdekaannya telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
1)         Bidang Politik
·         Pemerintah Belgia menyambut baik proses demokratisasi di Indonesia. Pelaksanaan pemilu 1999 dan 2004 yang berlangsung sukses dan demokratis;
·         Belgia selalu mengemukakan dukungannya bagi integritas dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);
·         Selain itu, pada tahun 2005, Belgia juga berpartisipasi dalam pelaksanaan misi Aceh Monitoring Mission (AMM) di Nanggroe Aceh Darussalam, dengan mengirimkan 4 (empat) personil militernya, dalam rangka pelaksanaan Perjanjian Damai Helsinki antara Pemri dan GAM;
·         Pemerintah Belgia telah memberikan dukungan kepada Indonesia atas pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB yang pemilihannya dilakukan pada tanggal 9 Mei 200;
·         Belgia mendukung pencalonan Duta Besar Nugroho Wisnumurti sebagai anggota International Law of Commission (ILC) periode 2007-2011, dan Indonesia mendukung pencalonan Belgia pada Commission on Narcotic Drugs periode 2006-2009;
·         Belgia mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK-PBB periode 2007 – 2008 dan Indonesia mendukung pencalonan Belgia sebagai anggota tidak tetap DK-PBB periode 2007 – 2008;
2)         Bidang Ekonomi dan Perdagangan
·         Hubungan perdagangan Indonesia-Belgia menunjukkan perkembangan yang baik di mana Belgia menduduki posisi ke-6 untuk tujuan ekspor produk non migas Indonesia ke pasar Uni Eropa atau posisi ke-18 untuk tujuan ekspor Indonesia ke Dunia.
·         Adapun 10 komoditi utama ekspor Indonesia ke Belgia untuk tahun 2007 adalah: HS 4001 (Natural rubber, balata, gutta-percha, guayule, chicle and similar natural gums, in primary forms or in plates, sheets or strip), HS 1513 (Coconut “copra”, palm kernel or babassu oil and fractions thereof), HS 0306 (Crustaceans, whether in shell or not, live, fresh, chilled, frozen, dried), HS 4802 (Uncoated paper and paperboard), HS 4409 (Plywood, veneered panel and similar laminated wood), HS 6402 (Footwear with outer soles and uppers of rubber or plastics), HS 5509 (Yarn of synthetic staple fibres), HS 6109 (T-shirts, singlets and other vests, knitted or crocheted), dan HS 2916 (Unsaturated acyclic monocarboxylic acids).
·         Berdasarkan data BKPM sejak tahun 1967 s/d 2007, persetujuan investasi  Belgia di Indonesia mencapai USD 451,2 juta dengan 89 proyek. Nilai tersebut menempatkan Belgia pada posisi ke-25 di dunia sebagai negara yang mengajukan investment approval di Indonesia.
·         Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Belgia telah menandatangani Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) atau Agreement between the Republic of Indonesia and the Kingdom of Belgium for the Avoidance and Prevention of Fiscal Evasion with Respect to Taxes on Income and on Capital yang ditandatangani pada tanggal 17 November 1973 di Brussel
·         Indonesia telah berpartisipasi pada pameran pertanian Foire de Libramont di Belgia pada tanggal 24 – 27 Juli 2009 dan pada tanggal 25 s/d 28 2008.
·         Indonesia secara reguler mengikuti pameran tahunan produk perikanan terbesar European Seafood Exposition yang berlangsung di  Parc des Expositions, Brussel, Belgia
3)         Bidang Sosial Budaya
·         Pada tanggal 17 Agustus 2009, sepasang gajah Sumatera, Ani dan Valentino tiba di bandar udara Zaventem, Belgia. Ketibaan sepasang gajah Sumatera tersebut merupakan sumbangan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Belgia yang diserahkan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan kepada Parc Paradisio yang terletak di Provinsi Hainaut, Belgia.
·         Sepanjang tahun 2008 hingga paruh pertama tahun 2009, KBRI Brussel telah melakukan rangkaian kegiatan promosi yang bertujuan untuk meningkatkan citra Indonesia dalam bentuk pameran dan penampilan seni dan budaya Indonesia untuk menyukseskan program Visit Indonesia Year 2008 dan Visit Indonesia Year 2009.
·         KBRI Brussel juga aktif melakukan promosi dengan bekerjasama dengan pihak-pihak pemerintah daerah dan pihak swasta untuk mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Belgia.
·         Indonesia juga memperoleh kehormatan untuk menyematkan salah satu pakaian adat/tradisional Indonesia pada maskot Kota Brussel, Manneken Pis. Penyematan pertama dilakukan pada tanggal 18-19 Agustus 2008 dengan pemakaian pakaian adat Lampung.

4)         Bidang Protokol dan Konsuler
·         Beberapa negara UE termasuk Belgia telah membebaskan paspor diplomatik dan dinas dari persyaratan visa. Hal ini dinilai memudahkan perjalanan bagi para pejabat Indonesia yang melakukan lawatannya ke Brussel.
·         Pemerintah Belgia sejak bulan Juli 2008 telah mengakui Surat Izin Mengemudi (SIM) Indonesia kategori A dan B1. Dengan pengakuan tersebut maka warga Indonesia yang berdomisili di Belgia dapat menukarkan SIM A atau SIM B1 mereka dengan SIM kategori B Belgia, tanpa harus melalui tes.
·         Pada tanggal 19 Juni 2009, Duta Besar RI di Brussel menyerahkan Piagam Penghargaan Presiden RI kepada Kerajaan Belgia, Medecin sans Frontier Belgia, dan International Trade Union Confederation (ITUC) atas peran serta ketiga institusi tersebut dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias pasa Tsunami 2004.

b.      Hubungan Multilateral antara Belgia dan Negara Lain
Dalam konteks hubungan multilateral pemerintah Belgia  akan berusaha menjadi lokomotif dari pemerkuatan dan pemerdalaman Uni Eropa. Belgia akan berupaya aktif memperjuangkan perdamaian dan keamanan internasional, termasuk di lapangan. Belgia akan terus mengerahkan tenaganya guna memulihkan ketenangan dan perdamaian berkelanjutan di kawasan Great Lakes di Afrika Tengah.
Belgia juga akan terus berupaya mengalokasikan 0.7% pendapatan nasionalnya bagi kerja sama pembangunan. Sehubungan dengan itu, Menteri Luar Negeri Karel De Gucht menggariskan kebijakan luar negerinya dalam 9 bidang utama: Uni Eropa, Afrika, Hubungan dengan Amerika Serikat, Hubungan dengan Negara Lainnya, Keamanan Eropa dan Internasional, Multilateralisme serta PBB, Diplomasi Preventif, Diplomasi Ekonomi, dan Urusan Konsuler.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar