Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Senin, 17 Juni 2013

Bentuk Lahan Mata Ie

OBSERVASI MATA IE
          (Bentuk Lahan Bentukan Asal Proses Pelarutan)           

A. Dasar Teori
Beberapa syarat sebagai akibat dari proses pelarutan Bentuk lahan bentukan asal proses pelarutan, yakni sebagai berikut:
Ø Terdapat batuan yang mudah larut (batugamping dan dolomit)
Ø Batu gamping dengan kemurnian tinggi
Ø Mempunyai lapisan batuan yang tebal
Ø Terdapat banyak diaklas (retakan)
Ø Pada daerah tropis basah
Pada kondisi demikian batu gamping akan mudah mengalami pelarutan oleh air yang mengalir yang akhirnya membentuk topografi karst. Kenampakan topografi karst ini sangat spesifik, baik yang ada dipermukaan bumi maupun yang ada dibawah tanah.
Kondisi iklim mencakup ketersediaan curah hujan yang sedang hingga lebat yang bersamaan dengan temperatur yang tinggi. Kondisi semacam ini menyebabkan pelarutan dapat berlangsung secara intensif.
Adanya vegetasi yang dapat membantu pelapukan solusional dan menyebabkan perkembangan karst. Vegetasi menyediakan bahan organic yang membentuk humus dan bersama-sama dengan respirasi akar tanaman dapat menimbulkan tingkat konsentrasi karbondioksida dalam tanah sekitar 30%. Difusi CO2 ini kedalam air melalui seluruh tanah membantu meningkatkan intensitas pelarutan yang tinggi (Faniran dan Jeje, 1983)
Karstifikasi adalah proses kerja oleh air terutama secara kimiawi, meskipun secara mekanik pula yang menghasilkan kenampakan-kenampakan topografi karst (Ritter, 1979). Katalisator yang penting dalam pelarutan itu adalah air hujan dan karbondioksida. Karbondioksida (CO2) larut di dalam air membentuk asam karbonat (H2CO3) yang bereaksi dengan kalsium karbonat (CaCO3) membentuk kalsium bikarbonat yang merupakan larutan berair.
CaCO3 + CO2 + H2O " Ca (HCO3)2
Bentuk lahan karst dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yakni bentuklahan negatif dan bentuk lahan positif.
Bentuk lahan negatif terdiri dari:
Ø Doline
Ø Uvala
Ø Polje
Ø Blind
Ø Valley
Sedangkan bentuklahan positif terdiri dari:
Ø Kygelkarst
Ø turmkarst.
Pada materi observasii kita kali ini kita akan membahas sedikit tentang bentuk lahan negatif, yaitu dolin.

Doline merupakan suatu istilah yang mempunyai banyak sinonim antara lain:
Ø Sink
Ø  Sinkhole
Ø Cockpit
Ø blue hole
Ø swallow hole
Ø cenote
Doline adalah suatu ledokan atau lobang yang berbentuk corong pada batugamping dengan diameter hingga 1 km dan kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter (Monroe 1970)
Berdassarkan genesisnya (Faniran dan Jeje, 1983)mengklasiffikasikan  Dolin menjadi 4 yaitu:
Ø Doline reruntuhan
Ø Doline solusi
Ø Doline terban
Ø Doline alluvial
B. Tujuan Observasi
Observasi ini bertujuan agar mahasiswa mengetahui tentang bentuk serta proses yang menyebabkan terbentuknya bentuk lahan proses pelarutan, disini mahasiswa dapat terjun langsung kkelapangan dengan melihat salah satu bentuk lahan tersebut yang berupa Dolin.
  
C. Mekanisme Observasi
1.     Dalam satu ruang Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 10-15 orang.
2.     Sebelum mendaki perbukitan mahasiswa diberi arahan dan bimbingan oleh dosen pembimbing
3.     Kemudian mahasiswa mulai mendaki perbukitan dengan tuuntunan dari guru pembimbing dan juga beberapa orang mahasiswa senior
4.     Mahasiswa mengamati bentuk serta mengukur kedalaman Doline dengan meteran.
D. Hasil Observasi
Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa Doline yang terdapat di kawasan mata ie memiliki lebar sekitar 10 m dengan kedalaman lebih kurang 16,2 m. Disini saya tidak dapat melihat dengan jelas dasar dari doline tersebut karena bentuknya sangat curam, dan juga keadaan saat itu sangat licin. Sehingga kami diberi batasan-batasan tertentu
Berdasarkan penjelasan dari dosen pembimbing doline yang terdapat di kawasan mata ie tersebut terbentuk akibat gerusan air pada batuan kapur yang mengakibatkan terbentuknya lubang/ledok pada batuan.  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar