Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info

Kamis, 10 Oktober 2013

penumpukan sampah

2.1  Pengertian Sampah
Sampah adalah limbah padat atau bahan-bahan buangan rumah tangga atau pabrik yang tidak digunakan lagi atau tidak terpakai. Sampah juga merupakan campuran dari berbagai bahan baik yang tidak berbahaya seperti sampah dapur (organik) maupun bahan-bahan berbahaya yang banyak dibuang oleh pabrik dan rumah tangga yang dapat digunakan kembali atau didaur ulang maupun yang tidak dapat didaur ulang. Pada saat ini sampah dikalangan masyarakat sangatlah memperihatinkan, karena masyarakat membuang sampah tidak ada tempatnya, seperti sisungai atau dibelakang rumah mereka dan mereka tidak memikirkan akibatnya.
2.2  Jenis-Jenis Sampah
Adapun jenis-jenis sampah, yaitu :
a.       Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya
1.      Sampah organik, ialah sampah yang dapat membusuk sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, yaitu pupuk kompos yang berguna untuk petani sebagai pupuk tanamannya.
2.              Sampah non organik, ialah sampah yang tidak dapat membusuk, tetapi sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah non organik yang dapatdijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
b.      Berdasarkan dapat tidaknya dibakar
1.      Sampah yang mudah terbakar, misalnya kertas, karet, kayu, plastik, kain bekas, dan sebagainya.
2.      Sampah yang tidak dapat terbakar, misalnya kaleng-kaleng bekas, besi atau logam bekas, pecahan gelas, kaca, dan sebagainya
c.       Berdasarkan karakteristik sampah
1.      Garbage, yaitu jenis sampah hasil pengolahan atau pembuatan makanan, yang umumnya mudah membusuk dan berasal dari rumah tangga, restoran, hotel, dan sebagainya
2.      Rabish, yaitu sampah yang berasal dari perkantoran, perdagangan, baik yang mudah terbakar seperti kertas, karton, plastik dan sebagainya maupun yang tidak mudah terbakar, seperti kaleng berkas, klip, pecahan kaca, gelas, dan sebagainya
3.       Ashes (abu), yaitu sisa pembakaran dari bahan-bahan yang mudah terbakar
4.      Sampah jalanan (street sweeping), yaitu sampah yang berasal dari pembersihan jalan yang terdiri dari campuran bermacam-macam sampah, daun-daunan, kertas, plastik, pecahan kaca, besi, debu, dan sebagainya
5.      Sampah industri yaitu sampah yang berasal dari industri atau pabrik-pabrik.
6.      Bangkai binatang (dead animal) yaitu bangkai binatang yang mati karena alam, ditabrak kendaraan atau dibuang orang.
7.      Bangkai kendaraan (abandoned vehicle), seperti bangkai mobil, sepeda, sepeda motor dll.
8.      Sampah pembangunan (construction waste) yaitu sampah dari proses pembangunan gedung, rumah, dan sebagainya, yang berupa puing-puing, potongan-potongan kayu, besi, beton, bambu, dan sebagainya
2.3  Dampak Negatif Sampah Terhadap Manusia dan Lingkungan
Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan, baik lingkungan darat, udara maupun perairan. Pencemaran darat yang dapat ditimbulkan oleh sampah misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagaitempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau darisegi keindahan, tentu saja menurunnya estetika (tidak sedap dipandangmata).Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Pembakaran sampah dapat meningkatkan Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Nitrogen-Monoksida (NO), gas belerang, amoniak dan asap di udara.Asap di udara, asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya dapat menimbulkan kanker, berhati-hatilah dalam membakar sampah. Macam pencemaran perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan-bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air.
Bahan-bahan pencemar yang masuk kedalam air tanah dapat muncul ke permukaan tanah melalui air sumur penduduk dan mata air. Jika bahan pencemar itu berupa B3 (bahan berbahaya dan beracun) mislnya air raksa(merkuri), chrom, timbale, cadmium, maka akan berbahaya bagi manusia,karena dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat pada bayi,kerusakan sel-sel hati atau ginjal. Baterai bekas (untuk senter, kamera,sepatu menyala, jam tangan) mengandung merkuri atau cadmium, jangandi buang disembarang tempat karena B3 didalamnya dapat meresap kesumur penduduk.
2.4  Cara Menanggulangi Penumpukan Sampah
Untuk menanggulangi penumpukan sampah itu dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti melalui program 3 R yaitu Reduce, Reuse, Recycle.
Reduce artinya mengurangi atau mereduksi sampah yang akan terbentuk. Hal ini dapat dilakukan bila ibu-ibu rumah tangga kembali ke pola lama yaitu membawa keranjang belanja ke pasar. Dengan demikian jumlah kantong plastik yang dibawa ke rumah akan berkurang (terreduksi). Selain itu bila setiap orang menggunakan kembali saputangan daripada tissue, di samping akan mengurangi sampahnya, dengan tidak menggunakan tissue dapat terjadi penghematan terhadap bahan baku untuk tissue, yang tidak lain adalah kayu dari hutan. Kalau setiap orang melakukan hal tersebut beberapa ton sampah yang akan tereduksi per bulan dan beberapa hasil hutan yang dapat diselamatkan.
Reuse, adalah program pemakaian kembali sampah yang sudah terbentuk seperti penggunaan bahan-bahan plastik/kertas bekas untuk benda-benda souvenir, bekas ban untuk tempat pot atau kursi taman, botol­botol minuman yang telah kosong diisi kembali dan sebagainya.
Proses Recycle agak berbeda dengan kedua program sebelumnya. Dalam hal ini sampah sebelum digunakan perlu diolah ulang terlebih dahulu. Bahan-bahan yang dapat direcycle atau didaur-ulang seperti kertas atau sampah bekas, pecahan-pecahan gelas atau kaca, besi atau logam bekas dan sampah organik yang berasal dari dapur atau pasar dapat didaur-ulang menjadi kompos (pupuk). Proses daur-ulang ini juga dapat mengubah sampah menjadi energi panas yang dikenal dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah ada yang melakukan oleh beberapa industri misal di Jakarta, yaitu menggunakan limbah padat dalam bentuk lumpur hasil akhir pengolahan air limbahnya tidak dibuang ke tanah tetapi digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami pengeringan.
2.5  Manfaat Pembuatan Kompos
Berikut ini beberapa manfaat pembuatan kompos menggunakan sampah rumah tangga.
·         Mampu menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan.
·         Mengurangi tumpukan sampah organik yang berserakan di sekitar tempat tinggal.
·         Membantu pengelolaan sampah secara dini dan cepat.
·         Menghemat biaya pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
·         Mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
·         Menyelamatkan lingkungan dari kerusakan dan gangguan berupa bau, selokan macet, banjir, tanah longsor, serta penyakit yang ditularkan oleh serangga dan binatang pengerat.

1 komentar: